TRINITAS VS TRIMURTI


Hubungan Yunani dan Hinduisme

Kebudayaan Hindu termasuk kebudayaan tua dunia. Kebudayaan ini, dengan mitologinya, bahasa Sanskertanya, maupun filsafatnya, mempengaruhi begitu banyak kebudayaan-kebudayaan lain, didunia.

Kita dapat melihat pengaruh ini di Cina, Jepang, Indonesia, bahkan sampai ke Yunani. Pengaruhnya terhadap Yunani, berlangsung jauh sebelum Yesus lahir. Pengaruh Hinduisme di Yunani ini, dapat dilihat dari persamaan-persamaan mitologi Yunani dengan Hindu.

Sebagai contoh, dapat ditelusiri dari persamaan nama-nama pahlawan dalam mitologi Yunani yg berasal dari bahasa Sanskerta. Begitu juga nama-nama dewa-dewa Olympus, nama-nama suku bangsa dan nama-nama orang dalam sejarah Yunani, sebelum masehi, banyak yang berasal dari bahasa Sanskerta. Dan ini bukan sebuah kebetulan.

Sebagai contoh dapat dikemukakan, sebagai berikut

Dalam Mitologi Yunani, terdapat nama-nama :

Yunani :Herakles = Pahlawan
Hindu : Hara Kala = Pahlawan pertempuran (gelar untuk Syiwa)

Yunani :Theseus = Pengiring Herakles
Hindu : Thasa = Pengiring Syiwa

Yunani :Aeakus = 1 diantara 3 hakim di Hades (neraka),
Hindu : Ahaka = Hakim yg keras

Yunani :Rhadamantus = Hakim alam barzah ,
Hindu : Rhada-manta = Orang yg menghukum kejahatan

Yunani :Ariadne = Cinta pada Theus dan menurut musuh
Hindu : Ari-ana = Yang dibujuk musuh

Yunani :Andromeda = Korban untuk Poseidon (Dewa Air)
Hindu : Andha-ra-medha = Pemikul derita Dewa Laut

Yunani :Perseus = Pahlawan, anak Zeus
Hindu : Para-saha = Penolong pada saat yg tepat

Yunani :Kentauren = Separuh manusia, separoh kuda
Hindu : Kentura = Manusia kuda

Dewa-dewa Olympus :

Yunani :Jupiter = Dewa Langit, Pencipta, Pemberi hukum
Hindu : Dyaus Pitar = Bapak Langit

Yunani :Pallas = Dewi Kebajikan
Hindu : Palasa = Budi

Yunani :Athena = Dewi Kesucian
Hindu : A-tanaia = Tak melahirkan anak (suci)

Yunani :Bellona = Dewi perang (Romawi)
Hindu : Bala-na = Kekuatan tentara

Yunani: Neptunus = Dewa Air
Hindu : Na-pata-na =Kekuatan yg menguasai banjir

Yunani :Mars = Dewa Perang
Hindu : Mri = Pembunuh

Yunani :Pluto = Dewa alam barzah
Hindu : Plushta = Yang menghukum dgn api

Nama-nama suku bangsa

Yunani :Pelasga = Suku Yunani kuno yg kejam
Hindu : Palaca-ga = Yg berperang tanpa belas kasihan

Yunani :Hellenes = nama suku bangsa
Hindu : Hela-na = Penempur yg merebut Hela (negeri Rembulan)

Yunani :Sparta = sebuah suku bangsa yg kuat
Hindu : Spardha-ta = Penantang

Nama-nama orang Yunani, juga sangat banyak yg berasal dari bahasa Sansekerta, seperti :

Phytagoras (Ahli Matematika dan filsuf Yunani, 582-507 SM), berasal dari bahasa Sanskerta; Pitha-guru yg artinya Ahli Ilmu.
Anaxagoras, filsuf Yunani, 500-428 SM, berasal dari bahasa Sansekerta; Ananga-guru yang artinya Ahli roh.

Selanjutnya kita dapat lihat persamaan kata dalam bahasa (Y)unani dengan bahasa (S)anskerta, seperti:
pitar (S) = pater (Y), yg artinya, bapak
matar (S) = mater (Y), yg artinya, ibu
bhratar (S) = frater (Y), yg artinya, saudara laki-laki
trikona (S) = trigonon (Y), yg artinya, segitiga
ambu (S) = ombros (Y), yg artinya, awan hujan
axas (S) = axon (Y), yg artinya, poros
acris (S) = akros (Y) yg artinya, puncak

Dari contoh-contoh yg cukup banyak ini, meyakinkan sekali bahwa kebudayaan Yunani sangat dipengaruhi oleh Hinduisme.

Apa hubungan Hinduisme dengan Kekristenan ?????

Yesus terlahir dalam lingkungan Yahudi. Bahasa yg digunakannya adalah bahasa Ibrani. Tapi kenapa kitab-kitab perjanjian baru (Injil) hampir seluruhnya ditulis dalam bahasa Yunani?

Seharusnya, kitab-kitab tsb ditulis dalam bahasa Ibrani, karena bahasa inilah bahasa yg digunakan oleh kaum Yahudi, kaum Yesus sendiri. Ini menunjukkan, bahwa agama Kristen, berkembang dalam kebudayaan Yunani. Sedangkan kebudayaan Yunani sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu.

Dyaus dalam bahasa Sansekerta atau Zeus dalam bahasa Yunani, sampai sekarang tetap tidak berubah. Nama ini dioknumkan menjadi Zeus Pater atau Jupiter dalam kepercayaan Yunani, atau Zupitri dalam bahasa Sansekerta, sebagai Tuhan Bapak. Zeus = Dyaus = Theos = Tuhan, sedangkan Pater=Bapak=Pitar.

Dalam Hinduisme, Tuhan dioknumkan sebagai Bapak (Zupitri), yaitu Brahma. Wisnu, yg merupakan oknum kedua adalah Anak Tuhan., yg dapat menjelma menjadi manusia dalam bentuk Krisna dan Rama. Sedangkan Shiwa, adalah Roh Suci. Dari kenyataan ini dapat kita lihat persamaan yg sangat akurat dengan Trinitas.

Dalam Bhagavad Gita (Nyanyian Tuhan), pada ayat ke-14, dalam Kitab yang sama, Krishna bersabda kepada Arjuna :
Karena aku adalah Tuhan
Dalam tubuh ini
Kehidupan abadi
Tak akan musnah
Aku adalah kebenaran
Dan kebahagiaan selama-lamanya

Adakah Anda melihat persamaan makna dgn salah satu ayat dalam Injil…?

Siapakah Krishna?. Krishna adalah penjelmaan Dewa Wishnu, melalui manusia biasa, Devanaki. Hal ini persis sama dengan dgn Yesus, yg diyakini oleh umat Kristen, sebagai Tuhan, yg dilahirkan oleh perempuan manusia bernama Maria.

Kelahiran Yesus, diriwayatkan sama dengan kelahiran Krishna. Kelahiran Krishna digambarkan dalam Athar Veda, salah satu Kitab Suci Hindu sebagai berikut :

Pada suatu malam, waktu raja Kansa tak dapat tidur, berdirilah baginda diteras istananya, digerakkan oleh suatu kekuatan gaib. Ia melihat bintang bergerak dan sinarnya jatuh ke Bumi. Ia bertanya kepada istrinya, Nysumba (seorang ahli sihir, pemuja Dewi Kali, yaitu dewi kerinduan dan kematian), tapi Nysumba tidak mengetahuinya. Maka dipanggillah Brahmana-Brahmana (Pendeta-Pendeta Hindu), untuk melihat bintang itu dan menceritakan kebenarannya.

Pendeta-pendeta Hindu tsb, lalu menceritakan, bahwa itu adalah pertanda turunnya Tuhan ke dalam tubuh manusia yang dikandung oleh Devanaki, anak saudara perempuan baginda raja sendiri. Anak yg dikandung itulah yg akan menjadi Tuhan di dunia, raja dunia.

Bandingkanlah riwayat ini dengan riwayat kelahiran Yesus, dalam Injil Matius, yg ditandai dengan bintang yg cemerlang yg bergerak, dan berhenti diatas tempat dimana Yesus dilahirkan.

Karena riwayat kelahiran Krishna, jauh lebih tua dari riwayat kelahiran Yesus, sedangkan Injil yang berkembang adalah Injil berbahasa Yunani, dimana kebudayaan Yunani sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, maka apa yg dapat kita simpulkan dari kenyataan ini?.

Yang dapat kita simpulkan :
Ajaran Trinitas adalah modifikasi dari ajaran Trimurti Hinduisme. Brahma dalam Hinduisme dimodifikasi menjadi Allah Bapa, Wisnu dimodifikasi menjadi Yesus Anak Allah dan Syiwa dimodifikasi menjadi Roh Kudus.

37 Komentar

Filed under All Artikel, Kristen

37 responses to “TRINITAS VS TRIMURTI

  1. Satria kejam

    Aq bru tau nih…
    Makasih atas infona…..

  2. Inilah budaya pagan yang tercampur dalam ajaran Kristen.

  3. putra mentari

    @fitri
    salam kenal

  4. Sejenak tafakur dalam kehingan……..
    Memaknai arti hidup dalam seraingkaian khilaf dan dosa…..
    Lisan kadang tak terjaga,….
    Jannikadang terabaikan,……
    Hati kadang berprasangka,….
    Sikap kadang menyakitkan,…..
    Harapan ini akan menjadi indah…..
    Jika maaf & silahturrahim ada diantara kita.
    Selamat menempuh bulan suci Ramadhan 1431 Hijriah.
    Mohon maaf lahir dan batin.
    Semoga Allah selalu memberikan
    Taufiq, Hidayah, Maghfirah dan Ridho-Nya untuk kita semua.
    Amiiiii….n !

  5. p.laut

    inilah kesimpulan saya tentang kristen setelah berdiskusi dengan teman yg beragama HIndu;

    Seorang Netter yg beragama Hindu yg aktif disini pernah bertanya . Apakah beda agama samawi dengan agama Budhaya? Pertanyaan ini tentunya beralasan karena memang banyak orang yg mengatakan bahwa Hindu adalah agama Budhaya.

    Jawaban paling umum dari pertanyaan tersebut adalah bahwa Agama Samawi adalah agama yg berasal dari Wahyu Tuhan, sedangkan agama Budhaya adalah agama yg berasal dari buatan manusia dan bukan berasal dari wahyu Tuhan. Namun realitanya bahwa semua penganut agama adalah penyembah Tuhan dan mereka semua meyakini bahwa ajaran agama mereka tentunya juga berasal dari Wahyu Tuhan, termasuk netter yg beragama Hindu tersebut juga meyakini bahwa ajaran agamanya juga berasal dari wahyu Tuhan yg diilhamkan kepada para Rsi. Maka jawaban tersebut menjadi salah dikarenakan adanya jawaban demikian. Lalu bagaimana menjawab pertanyaan tersebut?

    Diskusi panjangpun terjadi diantara kami dan membahas tentang konsep ketuhanan yg berada didalam agama Hindu. Ternyata konsep ketuhannya memiliki banyak kesamaan dengan ajaran Kristen yg mengaku sebagai ajaran monotheism. Kemudian sayapun mencoba berdiskusi disitus katolik guna menguji kesimpulan dasar saya, kemudian ketemulah jawaban dari pertanyaan tersebut.

    Agama samawi lebih dikenal sebagai agama monotheism yg hanya menyembah kepada Tuhan yg Maha Esa. Konsep adanya Tuhan itu sendiri adalah berasal dari kekaguman manusia akan adanya alam semesta ini. Alam semesta yg begitu kompleks dapat berjalan dengan keteraturan yg luar biasa dan tidak mungkin semua ini terjadi secara kebetulan. Maka siapakah yg menciptakan alam semesta ini?? Maka tentunya keterbatasan pikiran manusia akan berakhir pada jawaban bahwa memang ada “Sesuatu” yg menciptakan alam semesta ini. “Sesuatu” itu adalah Tuhan. (Kisah Nabi Ibrahim yg mencari Tuhan)

    Inilah konsep dasar agama monotheism yaitu mengenal adanya satu Tuhan yg menciptakan alam semesta ini. Lalu pada fase selanjutnya agama monotheism mengalami degradasi dikarenakan adanya keinginan manusia untuk mewujudkan Tuhan dalam bentuk yg lebih nyata agar ada kedekatan diantara manusia dengan Tuhan. Lalu kemudian muncullah konsep perlambangan-perlambangan dan inkarnasi-inkarnasi Tuhan. Perlambangan Tuhan dalam bentuk Patung anak lembu tuangan, patung Latta, Uzza dan Manatta, patung Baal yg kemudian disembah selayaknya menyembah Tuhan. Inkarnasi2 Tuhan seperti Kresna, Rama, Osiris, Zeus, Sidharta dan Yesus yg juga disembah karena diyakini sebagai inkarnasi Tuhan yg turun kebumi dengan membawa misi tertentu. Konsep2 perlambangan dan inkarnasi Tuhan ini dikenal sebagai agama politheism karena mengenal banyaknya bentuk Tuhan yg berinkarnasi ke dunia. Dan bentuk2 fisik Tuhan (lambang dan Inkarnasi) dikenal sebagai BERHALA. Agama politheism inilah yg kemudian dikenal sebagai agama Budhaya.

    Kristen selama ini mengklaim diri sebagai agama samawi dikarenakan meyakini bahwa ajarannya berasal dari Wahyu Tuhan, namun bagi orang2 yg mau berfikir dan sedikit kritis maka klaim tersebut haruslah ditelaah lebih mendalam. Kristen bukanlah agama samawi karena memenuhi syarat sebagai agama Budhaya dimana kristen meyakini adanya inkarnasi Tuhan yg bernama Yesus. Namun Yesus yg dipercaya sebagai inkarnasi Tuhan adalah seorang pembawa ajaran agama samawi yg tidak mempercayai adanya inkarnasi Tuhan. Yesus adalah seorang Avatar dari banyak avatar yg datang dikalangan bangsa Israel untuk meluruskan kembali kedegilan2 bangsa Israel yg diantaranya suka membuat bentuk2 fisik dari Tuhan (Berhala). Namun setelah mangkatnya, Yesus justru diberhalakan dan diangkat sebagai inkarnasi Tuhan oleh orang2 yg mengaku sebagai pengikut-pengikutnya (kristen).

    Maka tidaklah heran ketika orang2 kristen berusaha mencari dalil2 yg tepat dari ajaran Yesus yg bisa mendukung ajaran berhala Kristen, mereka sering mengalami kebuntuan karena memang Yesus tidak pernah mengajarkan pemberhalaan dirinya. Itulah sebabnya mengapa ajaran2 Yesus dibuat multi tafsir dan sering direvisi sana sini agar ditemukan formulasi yg tepat agar bisa mendukung ajaran politheism Kristen.

  6. @ All Muslim

    Selamat menjalankan ibadah puasa.

    Mohon maaf lahir & bathin.🙂

  7. hein

    Yunani :Jupiter = Dewa Langit, Pencipta, Pemberi hukum
    yg saya tau dewa tertingginya Yunani tuh Zeus
    kok jdi aneh gini si
    kalau dewa tertingginya orang romawi kuno memang jupiter

    Yunani :Mars = Dewa Perang
    setau saya dewa perang orang yunani Ares

    Yunani😛 allas = Dewi Kebajikan
    Yunani :Athena = Dewi Kesucian
    yg saya tau athena tuh dewi perang & dewi kebajikan

    Yunani😛 luto = Dewa alam barzah
    setau saya dewa alam mautnya yunani adalah Hades itu bsa pluto datangnya dari mana
    klau bangsa romawi kuno dewanya memang pluto

    Yunani: Neptunus = Dewa Air
    setau saya dewa laut orang yunani itu poseidon untuk orang romawi baru neptune

    sebenernya yg anda sebut itu adalah nama lain dari dewa2 itu yg biasa d sebut oleh orang Romawi kuno,
    dri hal di atas aja sudah membuktikan kalau blog ini tuh isinya ga mutu, krna yg buat blog ini tidak mengadakan penelitian terlebih dahulu cuma asal copy paste aja dari yg sudah ada
    makanya belajar dulu sana baru buat artikel
    buka aja wikipedia kalau ga percaya
    jgn sampe ketawan bodohnya kaya gini

    NB: kalau ga percaya buka link2 ini

    http://en.wikipedia.org/wiki/Zeus
    http://en.wikipedia.org/wiki/Ares
    http://en.wikipedia.org/wiki/Athena
    http://en.wikipedia.org/wiki/Hades
    http://en.wikipedia.org/wiki/Poseidon

  8. hein

    dri 5 jam yg lalu komentar wa d tulis sedang d morderasi terus
    apa yg nulis d blog ini takut ketawan bodohnya ya?

  9. otaku-ism

    Trinitas dan Trimurti terdiri dari:
    Throne Eins (Pilot:Johann Trinity), Throne Zwei (Pilot:Nena Trinity), Throne Drei (Pilot: Michael Trinity).

    Jelas bukan.

  10. hein

    yg diatas adalah hasil pemikiran penulis saja, dapatkah dia menunjukan bukti2 otentik yg lain seperti kenapa
    Phytagoras (Ahli Matematika dan filsuf Yunani, 582-507 SM),
    Anaxagoras, filsuf Yunani, 500-428 SM,
    dapat memiliki nama mirip dengan bahasa sansekerta?
    jika tidak berarti itu semua cuma buah pikir anda saja
    karena anda tidak dapat menunjukan bukti2 otentik yg ada

    • Mamad Playboy

      biasa lah men…

      Islam hanya sibuk ngurus konsep Ketuhanan dari agama laen aja..
      masalah kebajikan ngak penting, mau Nabi Mamad pedofili kek, pembunuh kek, pembohong kek..mana mereka mau tau..
      istilahnya udah terlanjur basah, nyemplung aja sekalian..
      udah terlanjur malu mereka..
      padahal Alloh mereka minta dibela tuh, and Nabi Mamadnya minta di doain…zzz

      kok Nabinya musti didoain lagi sih?
      bukannya skrg lagi pesta sex dengan 72 bidadari perawan disurga sana?

    • otaku-ism

      72 bidadari loli

    • din

      @mamad playgirl.
      Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

      Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

      Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

      Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.

      BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

      Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
      Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

      Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

      Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

      Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

      KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

      KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

      pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
      610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
      613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
      615 M: Hijrah ke Abyssinia.
      616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
      620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
      622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
      623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

      BUKTI #2: MEMINANG

      Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

      Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

      Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

      Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

      KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

      BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

      Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

      Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

      KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

      BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

      Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

      Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

      Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

      Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

      Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

      Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

      kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

      BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

      Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

      Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

      Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

      Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

      KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

      BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

      Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

      Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
      suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

      Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.

      BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

      Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

      Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.
      Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

      Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

      BUKTI #8. Text Qur’an

      Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

      Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

      Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

      Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

      Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

      Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

      AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

      Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

      BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

      Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

      Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

      Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

      Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

      kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.

      SUMMARY:

      Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

      Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
      Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

      Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

  11. hein

    karena dari hasil pemikrannya aja sudah salah,

    contoh2 kesalahan penulis

    1. karena nama dewa2 yg disebut itu semua nama dewa romawi kuno,
    2. chontohnya pallas athen itu adalah 1 dewi yaitu dewi athena,
    3. untuk nama zeus, zeus tidak pernah dipanggil zeus jupiter, karen jika orang romawi mereka akan menyebut jupiter dan orang yunan akan menyebut zeus, lihat link yg saya berikan ini

    http://en.wikipedia.org/wiki/Zeus

    d link ini disebutkan nama2 pangilan zeus pada jamannnya
    tetapi tidak ada satupun yg menyebut zeus jupiter

    dari 3 contoh diatas dapat disimpulkan hal diatas cuma karangan si penulis dan merupakan hisapan jempol belaka saja karena penulis tidak
    bisa memberikan bukti2 otentik dari hasil pemikrannya

    • Mamad Playboy

      haha..biasa aja bro..
      orang mereka otaknya memang ngak jalan..
      asal ngemeng tanpa sumber..
      kalau kalah debat suka ngeles kemana”..haha
      mereka juga paling senang dan gampang dibodohi dengan HOAX..1 artikel tanpa sumber ini aja bisa mereka bangga”kan…ckckck

      ane sih nyantai aja klo mereka hina” atau jelek”in Yesus, ane ngak perlu semangat” buat belain Yesus karena emang Yesus ngak perlu dibela..beda dengan Nabi Mamad yang minta dibela..hehehe
      yang penting Yesus, tidak pernah membunuh, tidak pernah menjarah, tidak pernah memperkosa budak, tidak hobi ngeseks (nikah aja ngak), tidak pedofili (ngeseks ma anak umur 9 tahun), dan Yesus ngak pernah ngancam kepada orang yang tidak mau ikutin ajaranNya..
      sama seperti Budha dan Hindu, dan agama lainnya..
      tidak pernah saya dengar seorang Nabi membunuh..
      hanya Nabi Mamad saja satu”nya nabi super power yang membunuh manusia…hehehe

      NB:
      klo mau nulis jangan asal ngemeng, malu dong..ini blog dibaca ribuan org dari segala agama
      kalau ampe ngak ada sumber, wuih bisa dibilang fitnah atau ente dibilang goblok ntar..xixixi
      atau jangan” ente sudah buta dan goblok karena agama yang ente anut skrg?
      xixixixixi..

  12. halo…
    kunjungan nich dari petani jabon
    lam kenal yach..!

  13. Puji Wahono

    Kepada penulis blog ini, jika anda ingin menjatuhkan atau menyerang agama lain, khususnya Kristen, saran saya adalah dengan membandingkan pembawa ajaran yang melahirkan agama Kristen yaitu Yesus Kristus dan bandingkan dengan Muhamad.
    1. Berdoa kepada Tuhan yang sejati
    2. Buka hati dan pikiran untuk menerima knyataan yang ada
    3 Bandingkan perbuatan kedua pembawa ajaran dan agama tersebut selama hidup di dunia, perbuatan kriminal apa saja yang sudah dilakukan. Saudara harus mempelajarinya dari bukti yang benar, kalau Yesus dari Injil dan Muhamad dari Alquran, Hadist Sahih dan Sirah. Saudara harus medapat perbuatan tercela yang dilakukan Yesus, barulah iman para pengikutnya akan goyah.
    4 Setelah saudara mempelajari perbandingan kedua tokoh tersbut, baru saudara akan tahu toko mana yang patut diteladani

  14. Abah

    Kalian semua, ini Abah kasih situs yang perlu kalian baca, karena disitus ini banyak sekali buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam bentuk PDF. Ini lah alamatnya

    http://www.buktisaksi.com/

    Nanti kalau sudah baca beritahu Abah, ya

  15. David

    ampunilah orang yang telah menulis blog ini,karena ia tidak tau apa yang telah ia lakukan,

  16. Danube

    Saya prihatin dengan blog2 semacam ini, ini menunjukkan rasa persatuan kita sebagai bangsa telah pudar, kemajemukan di dalam bangsa ini mestinya harus tetap dijaga dengan cara menghormati keyakinan masing2 pemeluk agama yang berbeda. jika negara sudah hancur karena warganya tercerai berai, beribadah pun akan susah nantinya

  17. HAMBA

    Blog ini baru ada,blog kristenisasi penghujat dan pemitnah Islam udah ada sejak tahun 2000 .

    • hein

      @hamba

      anda salah besar
      pemfitnah Kristus sudah ada lebih tua dari pada pemfitnah Islam

    • otaku-ism

      Hamba:”Blog ini baru ada,blog kristenisasi penghujat dan pemitnah Islam udah ada sejak tahun 2000 .”
      Hein:”pemfitnah Kristus sudah ada lebih tua dari pada pemfitnah Islam”

      Islam hujat agama lain kan pas m***d nonggol. berarti hein yg bener. lebih tua dr tahun 2000 tuh mas Hamba wkkkk…. agama anda top cer

  18. Aing

    Penyembah jesus GOBLOK-STUPID-IDEOT

  19. @….alll……………yang pake nick name mamad playboy orangnya palyboy jempolan beneran …….ngaku istrinya cuma satu sehidup semati …tapi diluar rumah….kumpul kebo pacarnya buaaanyak ga ketulungan……dasar munafik….tuh

  20. Toing

    Kitab musa,daud dan ajaran para nabi gak prnh ada hal ttg tuhan menjelma menjadi ini atau itu. Tuhan menampakkan diri, tuhan Menjadi dua tapi satu, menjadi satu tapi 3…
    Tinggal pilih mang, ada ajaran para nabi atau dewa dewa yunani romawi
    Krn ini pilihan keselamtan abadi, maka gunakan akal mu

  21. Ko pada berantem sendiri’ Wkwkwkwkwk….. dasar sekumpulan orang-orang “Idiot” yg bisanya cuman berantem rebutan TUHAN.

    Otakmu itu buat mikir biar nga pada GUOBLOK gitu hei manusia indonesia.
    Memangnya kebenaran mau kamu makan sendiri??!

    Kalau kamu merasa tahu Tuhan sudah benar dan beragama, selanjutnya tinggal ngyakini dan kerjakan saja…. nga pake njele2kin agama dan keyakinan lain TOLOL!!!

    Emangnya kamu dibayar berapa??!
    Dasar otak UDANG LOE..!! Bisanya cuman berantem rebutan tulang anjing.

    Apa TUHAN dan KEBENARAN-NYA Mauk kamu makan sendiri??!
    Pada ngaca loe…. Mulut masih bau tai aja sok benar, Huuf.

    Mau ngaku Islam..Kristen..Hindu..Buda..anti Agama.. semua Mati aja Loe..!! dikasih hidup juga bikin dosa terus terusan.

    Anjing buduk semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s