HARI SABTU ATAU MINGGU?


al-islahonline.com : Sudah sangat lumrah orang bekerja mulai hari Senin hingga Jum’at dan libur pada hari Sabtu atau Minggu, dan sangking lumrahnya, tak terbesit sedikitpun untuk mempertanyakan mengapa harus libur pada hari Sabtu/Minggu atau mempertayakan bagaimana kalau liburnya diganti menjadi hari-hari lainnya.

Kita perkirakan, tak ada seorangpun yang mempertanyakan hal tersebut adalah karena menganggap libur pada hari apapun termasuk Sabtu dan Minggu tidak mempunyai arti apapun kecuali sebagai hari untuk istirahat setelah bekerja pada hari-hari sebelumnya, atau bisa jadi karena mereka menganggap tidak ada ketentuan apapun kecuali supaya ada keseragaman hari kerja dan hari libur di seluruh dunia.

Benarkah libur kerja pada hari Sabtu atau Minggu tidak mempunyai arti apapun dan tanpa ketentuan apapun kecuali sebagai kebiasaan yang telah diterima secara bersama-sama ?

Ternyata tidak, hari libur pada hari Sabtu dan Minggu bukan tanpa keten-tuan dan bukan tanpa latar belakang, namun, hal tersebut berhubungan erat dengan ketentuan ajaran agama yaitu agama Yahudi dan Kristen.

Bagi agama Yahudi, Sabtu adalah hari sabat Tuhan, dan bagi agama Kristen Minggu adalah hari sabat Tuhan, di mana pada hari sabat, mereka harus mengkuduskannya dalam bentuk menghentikan aktivitas keduniaan, sehingga mereka libur bekerja pada hari Sabtu atau hari Minggu.

Namun, sabat Tuhan tidaklah terjadi dua kali dalam satu minggu, sabat Tuhan hanya satu kali saja dalam seminggu, hari Sabtu saja atau Minggu saja bukan dua-duanya.

Bagi umat Yahudi, yakin bahwa hari sabat Tuhan jatuh pada hari sabtu, sementara umat Kristiani yakin hari sabat Tuhan jatuh pada hari Minggu, padahal antara kedua agama tersebut berpegang pada kitab yang sama yaitu yang mereka sebut Taurat, di dalam kitab tersebut dijelaskan tentang hari sabat Tuhan dan perintah Tuhan untuk mengkuduskannya, tentu saja hanya ada satu hari sabat Tuhan, namun Sabtu atau Minggukah sabat Tuhan itu ??

Sabat Tuhan

Sabat dalam bahasa Ibrani adalah Syabbat yang berasal dari akar kata Syavat yang berarti ‘berhenti’ atau ‘melepaskan’. Mari kita kutip ayat yang menjelaskan makna berhenti tersebut :

Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2

Kutipan ayat di atas telah cukup menjelaskan makna sabat Tuhan yaitu hari di mana Tuhan menghentikan segala pekerjaan-NYA menciptakan langit dan bumi serta isinya selama enam hari dan berhenti/sabat pada hari ketujuh. Yahudi dan Kristen rujuk dengan pengertian ini.

Bagi Yahudi dan Kristen, mengkuduskan hari sabat adalah sebuah keharusan dan merupakan perintah yang kekal dari Tuhan :

“Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” (Keluaran 31:16-17).

Dalam Taurat, mereka diperintahkan mengku duskan hari sabat dalam betuk menghentikan aktivitas keduniaan :

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan…. Keluaran 20:8-10

Itulah sebabnya orang-orang Yahudi dan Kristen berhenti bekerja pada hari sabat dengan tujuan mengkuduskan hari sabat sebagaimana perintah Tuhan kepada mereka.

Namun, dalam tataran praktek antara Yahudi dan Kristen terdapat perbedaan dalam menentukan hari yang dikuduskan, orang-orang Yahudi menjadikan hari Sabtu sebagai hari yang yang dikuduskan sementara orang-orang Kristen menjadikan hari Minggu sebagai hari yang dikuduskan, makanya yang terjadi saat ini adalah terdapat dua hari yang dikuduskan yaitu Sabtu dan Minggu sehingga ada dua hari libur bekerja dalam satu minggu.

Seperti yang telah kita bahas pada awal-awal uraian, tidak ada dua hari sabat dalam satu minggu, sehingga bila ada dua hari sabat dalam satu minggu, pasti ada yang salah dalam menentukan hari sabat.

Sabtu atau Minggu ?

Kalau dilihat dari ilmu tata bahasa, antara kata sabat dengan kata Sabtu ternyata memiliki akar kata yang sama yaitu :

SaBaT …. tanpa vokal menjadi …. S B T
SaBTu …. tanpa vokal menjadi …. S B T

Adanya kesamaan antara sabat dan Sabtu, kuat indikasinya bahwa Yahudi-lah yang lebih tepat penentuan hari sabatnya daripada Kristen. Namun bagi umat Kristen bisa saja membantah dengan mengatakan kesamaan nama bukanlah menunjukkan sabat itu sendiri, karena tidak ada firman Tuhan yang menjelaskan hari Sabtu adalah hari sabat, tetapi yang Tuhan jelaskan adalah hari sabat jatuh pada hari ketujuh.

Menurut orang Kristen, perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan penanggalan antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang Kristen, orang-orang Yahudi menggunakan penanggalan Yahudi dan orang-orang Kristen menggunakan penanggalan Gregorian, dimana dalam penanggalan Yahudi hari pertama adalah hari Minggu sehingga hari ketujuhnya adalah hari sabtu, sementara dalam penaggalan Gregorian hari pertama adalah hari senin sehingga hari ketujuhnya adalah hari Minggu.

Penentuan hari Minggu sebagai hari sabat Tuhan dengan menggunakan penanggalan gregorian sulitlah diterima, karena Yesus sendiri sebagai manusia yang mereka agung-agungkan dan sebagai manusia panutan bagi mereka, justru menggunakan penanggalan Yahudi yang menjadikan hari Sabtu sebagai hari sabat.

Dalam hal ini Yahudi jauh lebih tepat ketimbang Kristen dalam menentukan sabat Tuhan, bila umat Kristen menyatakan bahwa hari Minggulah hari sabat Tuhan yang benar, hal itu berarti bertentangan dengan Yesus panutan mereka dan juga secara tidak langsung umat Kristen telah menyatakan Yesus salah dalam menentukan hari sabat Tuhan.

Semua Hari Kudus ?

Ternyata sebagian umat Kristen menyadari bahwa secara kitabiah hari Sabtulah hari sabat yang dimaksud Tuhan dan bukannya hari Minggu, hal itu karena mereka menyadari banyak bukti bahwa hari Sabtulah yang diperlakukan sebagai hari sabat oleh orang-orang kudus dalam perjanjian lama termasuk Yesus.

Dari umat Kristen yang menyadari kekeliruan tersebut ada yang kembali konsisten mengikuti ajaran Yesus seperti kelompok ADVENTIS hari ketujuh, namun ada juga yang tetap menjadikan hari Minggu sebagai hari sabat walaupun telah mengetahui secara pasti bahwa hari sabat Tuhan adalah hari Sabtu.

Kelompok ini berargumentasi bahwa semua hari bagus, jadi tidak benar kalau mengkuduskan hari-hari tertentu saja, karena Tuhan pasti mengetahui siapa saja yang mengkuduskan diri-NYA di hari apa saja.

Ada juga yang berargumentasi bahwa yang paling penting adalah sabatnya bukan harinya. Terserah kita, mau mengkhususkan hari mana saja sebagai hari sabat itu tidak penting, yang terpenting adalah hati kita bukan harinya, karena kita menyembah Tuhan bukan menyembah harinya.

Argumen-argumen tersebut di atas adalah pembelaan diplomatis sekaligus jenaka agar orang melupakan perintah awal yang sangat jelas bahwa Tuhan telah menjadikan hari ketujuh sebagai hari sabat. Kalau memang semua hari bisa dijadikan hari sabat, lalu mengapa Tuhan memerintahkan untuk mengkuduskan hari ke-tujuh/sabtu saja sebagai hari sabat? Perintah itupun terdapat dalam 10 perintah Tuhan yang ditulis dengan jari-jemari-NYA sendiri.

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: … hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan…. Keluaran 20: 8 & 10.

Mengikuti gereja

Perlu diketahui, hari Minggu sebagai hari sabat dan hari pengkudusan baru ditetapkan pada tahun 364 M pada Konsili Laodikea jauh setelah Yesus berdakwah.

Padahal dalam Bible Allah telah menjanjikan bagi siapa saja yang tidak menginjak-injak hukum sabat dan tidak melakukan aktivitas keduniaan di hari sabat Tuhan, menyebutkan hari sabat sebagai ‘hari kenikmatan’, hari kudus Tuhan ‘hari yang mulia’, maka Allah akan memberikan kesenangan dan kemenangan (Yesaya 58:13-14), namun sepertinya mayoritas Kristen tidak tertarik meerima tawaran janji Allah tersebut.

Padahal juga, dalam Bible banyak ayat yang memerintahkan menuruti ketetapan-ketetapan Allah, melakukan peraturan-peraturan Allah dan mengkuduskan hari sabat (Yehezkiel 20:19-20), namun ternyata mayoritas Kristen banyak yang tidak mengindahkan perintah tersebut, seakan-akan perintah dan larangan Allah tersebut hanya berupa cerita belaka.

Padahal Yesus sendiri sebagai panutan mereka telah memperingatkan bahwa yang akan mem-peroleh kerajaan sorga hanyalah orang yang melakukan kehendak Allah :

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Matius 7:21

Tetapi rupanya, orang-orang Kristen lebih tunduk kepada keputusan gereja yang mengubah hari Sabtu menjadi hari Minggu sebagai hari sabat ketimbang tunduk kepada keputusan Allah yang telah menetapkan hari Sabtu sebagai hari sabat, juga rupaya orang-orang Kristen lebih suka mengikuti gereja ketimbang mengikuti Yesus panutannya. Padahal dalam Bible Allah telah melarang manusia mengikuti ketetapan manusia dan berpegang kepada peraturan-peraturan manusia (Yehezkiel 20:18).

BUKTI KETUNDUKAN KEPADA GEREJA

Banyak tulisan-tulisan dari pihak Kristen sendiri yang secara obyektif –kritis menguak ketundukan umat Kristen kepada gereja pe-rihal penentuan hari sabat Tuhan:

1. The Catholic Press, Sydney, Australia, August, 1900

“Hari Minggu adalah institusi Katolik dan klaim untuk memeliharanya hanya dapat di pertahankan oleh prinsip-prinsip katolik saja.

2.Priest Brody, in an address, reported in the Elizabeth, N.J.”News,” 8 maret, 1903

“Sangat perlu untuk mengingatkan kaum Presbyterian, Baptist, Methodist dan semua golongan Kristen yang lain bahwa Alkitab tidak mendukung mereka dalam pemeliharaan hari Minggu. Hari minggu ada-lah institusi gereja Roma katolik, dan mereka yang menghormati hari itu berarti menghormati perintah gereja katolik.”

3. Albert Smith, konselor dari Archdiocese Baltimore, menanggapi surat untuk Cardinal, 10 February 1920

“Jika orang-orang Protestan mau mengikuti Alkitab, mereka harus menyembah Allah pada hari Sabat. Dalam mengikuti hari Minggu maka mereka mengikuti perintah gereja katolik”

4. Harold Lindsell, (mantan redaktur Majalah Christianity Today, tanggal 5 Nov. 1976)

“Tidak ada dalam Alkitab yang menyuruh kami memelihara hari Minggu sebagai ganti dari pada hari Sabtu sebagai hari yang suci”.

5. Pernyatan Father Thomas Enright, CSSR, President, Redemptorist College (Roman Catholic) , Kansas City, Mo., 18 Februari 1884:

“Buktikan dari dalam Alkitab bahwa saya di haruskan menyucikan hari Minggu. Tidak ada hukum seperti itu dalam Alkitab. Itu adalah hukum dari gereja Katolik yang suci saja….Peliharalah hari Minggu dalam tiap pekan, dan lihatlah…

Sebagai penutup topik, kita kutip tulisan seorang Kristen : Clovis G Chappell, dari Methodis, buku : Ten Rules For Living, hal 61.

“Alasan kami memelihara hari Minggu gantinya hari Sabtu didasarkan atas perintah yang tidak jelas. Seseorang akan menyelidiki Alkitab dengan sia-sia untuk mendapatkan perintah perubahan dari hari yang Sabtu kepada hari Minggu.”

40 Komentar

Filed under All Artikel, Kristen

40 responses to “HARI SABTU ATAU MINGGU?

  1. Tatik

    ada jemaat katolik yang melaksanakan misa di hari Sabtu, so what’s your point?

    tuduhan2 di blog ini udah basi mas, gaul dikit yuk…main2 di http://www.answering-islam.org

    GBU

    • bicara berdasar kan alkitab pasti benar… yang saya ketahui islam pun merayakan hari sabat.., QS AL baqarah 2:65 bktix

  2. goy

    Ya udah, jangan kerja sama orang. Buka kantor sendiri. Ga usah ada libur di hari sabtu ama minggu. Jamin deh. Depnaker pasti semangat banget! :))

  3. rivai

    Wah, blog ini punya semangat yg hampir sama dengan FaithFreedom. Provokasi kebencian antar umat beragama.

  4. iniBlogSetan

    Sumpah, jijik banget gw baca post ini, walaupun saya muslim, bukan kristen atau yahudi, apa pointnya bahas masalah ini? Bener2 blog busuk, niatnya mengadu-domba antar agama!

  5. dungungeblog

    Ngga penting banget bahas beginian. Banyak hal2 lain yg lbh penting dan lbh memmerlukan pemikiran. Jgn sia2kan kesempatan dgn hal2 nggak penting, macam ini!

  6. hh

    Kalau/sekiranya mas Chodet beralih ke kristen, pilih yang mana, Sabtu atau Minggu?

  7. Johny

    Saya pilih Minggu aja! Biar bisa nonton Doraemon…😀

  8. Yesus palsu

    Org kristen hanya pandai mengelak.. Maju terus mas chodet! Lanjutkan!

  9. thh

    dasar blog paok…

  10. Muhammadis 100%

    Blog yg muantap..!! Tp tolong diperhalus bahasanya. Bknkah tujuannya utk menunjukkan kekeliruan2 tmn2 kita yg non-muslim dan bkn utk memperolok2. dgn demikian penyajiannya mesti mendekati standard ilmiah 100%. Hindari hinaan dsb, krna sungguh Islam ini datang utk menyempurnakan akhlak manusia, baik akhlak kpd Tuhan, kpd sesama manusia, dan kpd semesta dunia. Oleh krna itu sebuah ironi yg luarbiasa dahsyat jika sebuah niat yg baik tp disampaikan dgn cara yg tdk islami.

  11. Roy Rey

    La…la..laaa…. Aku sayang sekali….. Doraeeeemon…

  12. otaku-ism

    God Graham Finger!!
    (klo ngak percaya pake coba aja sendiri God dgn pilotnya Graham)

  13. Puji Wahono

    Kepada penulis blog ini, jika anda ingin menjatuhkan atau menyerang agama lain, khususnya Kristen, saran saya adalah dengan membandingkan pembawa ajaran yang melahirkan agama Kristen yaitu Yesus Kristus dan bandingkan dengan Muhamad.
    1. Berdoa kepada Tuhan yang sejati
    2. Buka hati dan pikiran untuk menerima knyataan yang ada
    3 Bandingkan perbuatan kedua pembawa ajaran dan agama tersebut selama hidup di dunia, perbuatan kriminal apa saja yang sudah dilakukan. Saudara harus mempelajarinya dari bukti yang benar, kalau Yesus dari Injil dan Muhamad dari Alquran, Hadist Sahih dan Sirah. Saudara harus medapat perbuatan tercela yang dilakukan Yesus, barulah iman para pengikutnya akan goyah.
    4 Setelah saudara mempelajari perbandingan kedua tokoh tersbut, baru saudara akan tahu toko mana yang patut diteladani

    • joy khan

      gue dh banding2n isa n muhammad n nyata muhamad nabi terakhir…
      mslhnya kebegoan kalian tuh lucu ngakunya kristen tapi gak mnjalankan ajaran yesus…ayo ibadah hari minggu kan?wkwkwkwkwk,,,,,,mangnya ada ayat ibdah hari minggu?
      dari semua jawaban kalian rata rata menggunakan logika bukan dari ayat alkitab itu membuatku kecewa.

  14. Abah

    Kalian semua, ini Abah kasih situs yang perlu kalian baca, karena disitus ini banyak sekali buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam bentuk PDF. Ini lah alamatnya

    http://www.buktisaksi.com/

    Nanti kalau sudah baca beritahu Abah, ya

  15. Indah

    Jangan pernah nyalahin agama orang lain, lihat sendiri agama kita….
    Sprt yg saya tahu muslim itu sangat munafik. Adakah kalian sadar perbuatan kalian tidak terpuji, Kawin Cerai…sudah seperti binatang, bisa2nya 3x kawin dlm 1 tahun, apakah itu menunjukkan sifat atau contoh yang bagus. kalian selalu aja menghakimi orang lain. lihat para artis, spertinya dr situ anda2 semua memahaminya… jd jgn SOK…!!!!

    • jack

      lebih baikkan dari pada free sex seperti kalian

    • manusia

      maaf mbak, itu manusianya yang tidak menerti aturan agamanya sendiri.
      dalam islam antara kawin dan cerai semua ada aturannya.
      bukan seperti yang apra artis kerjakan.
      banyak oarng yang mengaku islam tapi tidak tahu apa itu islam.
      kalau anda ingin tahu islam, belajarlah dengan ikhlas.dengan niat ingin mendekatkan diri kepada TUHAN YANG MAHA ESA.

    • jack

      ISLAM TIDAK SAMA DENGAN UMATNYA
      UMATNYA BISA SALAH TAPI ISLAMNYA TIDAK MUNGKIN SALAH

  16. are

    Jika saptu dan minggu libur enaaak niiih…

  17. alo

    menurut ane sebenarnya tidak perlu mencampuri urusan agama yang lain. bagi agama yahudi libur pada hari Sabtu dan bagi agama Kristen tidak ada libur. walaupun 25 desember sebetulnya tidak harus libur. cuma hari minggu merupakan peringatan kebangkitan Tuhan Yesus dan 25 desember sebagai peringatan kemenangan umat Kristen atas penguasa romawi (penyembahan atas dewa matahari diganti dengan peringatan kelahiran Tuhan Yesus). Tuhan Yesus lahir kapan saja di hati umat Kristen. Jadi intinya tidak perlu mencampuri urusan agama lain.

    • bukan kita mencampuri urusan agama orang lain..yang kita kehendaki ialah sekadar mengongsikan kebenaran kepada orang lain. contohnya begini, kalau anda melihat rakan atau sahabat anda melibatkan diri dengan pelaburan wang haram, apakah anda membiarkan rakan anda itu tanpa memberitahunya sedangkan rakan anda tidak mengetahui bahawa itu adalah pelaburan wang haram? Demikian juga kalau anda merasakan bahawa ajaran agama anda itu benar mengapakah anda tidak mengabarkannya kepada orang lain..bukankah anda dituntut oleh Tuhan untuk menyatakan kebenaran kpd orang lain yang belum berkesempatan utk mengetahui kebenaran tersebut..mengapa anda menyembunyikan kebenaran?
      Begitu juga penulis blog ni..tujuannya adalah mulia..kerana dia merasakan adalah menjadi tanggungjawabnya untuk menyebarkan kebenaran agar diketahui oleh semua…sama ada diterima atau tidak itu adalah perkara kedua..perkara penting ialah kebenaran harus dikhabarkan alias diberitahu kepada semua orang..
      Tidak wujud masalah adu domba di sini. Perasaan adu domba hanya wujud bagi mereka yang tidak bersedia mendengar perkhabaran tentang kebenaran.
      Masalahnya sekarang ialah kita semua di sini merasakan bahawa ajaran atau panutan agama masing-masing kita adalah yang benar…maka inilah gunanya perbincangan..bukan debat..saya ulang lagi ..perbincangan bukan debat…debat dengan perbincangan adalah dua perkara yang berbeza…anda semua lebih tahu apa yang saya maksudkan.
      Melalui pengalaman saya , tidak seorangpun yang menerima ajaran agama lain hanya kerana kalah debat..mengapa? kerana debat menyakitkan hati …orang yang kalah hatinya disakiti..jadi mana mungkin kita menjangkau jiwa orng melalui debat…tapi ya perbincangan adalah lebih sopan dan mana tahu melalui perbincangan dari hati ke hati kita akan menemui kebenaran sejati.
      Jadi mari kita berbincang dengan kepala dingin..kita cari tahu melalui alkitab dan hanya berdasarkan alkitab sahaja…bukan berdasarkan ajaran tradisi atau ajaran pendeta saja.

  18. jangan beri comentar kalu belum baca sepenuhnya ALKITAB, kalian akan mengerti nnti pada saat pintu pengampunan di tutup..
    dalam alkitab menyatakan semua yang baik pikirkanlah itu….,

    • saudara Jupri, jangan tunggu sampai pintu kasihan tertutup..sebab waktu tu sudah terlambat..sekarang inilah masanya kita menerima/mencari kebenaran dan seterusnya bertobat..tugas kita hanya untuk menyebarkan kebenaran …diterima atau tidak itu terpulang kepada masing2 individu..kerana di dalam soal kebenaran tidak ada paksaan..biarlah orang menerima kebenaran dengan hati yang rela.

  19. Chelzy Rombedatu

    AMIN Saya sangat setuju dengan pendapat ini
    Hari Sabat memang hari Ketujuh yaitu hari Sabtu! yang manusia harus kuduskan dengan tidak melakukan aktifitas🙂

  20. Jak

    Mengenai hal ini saya rasa pembahasannya harus disertai dengan bukti. Says setuju dengan tulisan di atas, dan memang sudah banyak sekali bukti sejarah yang menulis mengenai masalah ini, benar bila orang Kristen sekarang ini tidak lagi menggunakan bible, buktinya org Kristen lebih senang menuruti tradisi gerejanya daripada menuruti bible. Seharusnya gereja harus bertumpu pada ajaran bible, bukan sebaliknya. Sebagian besar penganut Kristen dewasa ini sudah tidak mengikuti Hal Yang prinsip dari bible, padahal mereka mengaku pengikut Yesus Yang adalah teladan besar umat Kristen. Yesus sendiri menghormati Dan hidup menurut ajaran bible, tetapi umat Kristen dewasa ini berbuat sebaliknya. Setahu saya hanya Ada satu sekte Kristen selain yahudi Yang hidup sesuai ajaran bible yaitu sekte Advent hari ketujuh.

  21. Kris

    Puji Tuhan, Sabtu atau Minggu itu bukan masalah, karena tolak ukurnya bukan itu. Tuhan menegur keras org2 yg rajin ibadah supaya bisa terlihat saleh tapi jahatnya minta ampun (Tuhan melihat hati bukan fisik luar).
    Ibadah itu berguna buat kita sendiri.
    “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus” (Kolose 2:16-17).
    Firman Kristus berikut ini jelas sekali ttg hal kesia-sian tema di atas :
    “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah” (Roma 14:5-6). “Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun” (Galatia 4:9-10).
    Syalom….Tuhan Yesus memberkati!

  22. eni

    Kalau mau dapat berkat pelihara hari Sabat Tuhan adalah Hari Sabtu. Tapi sayangnya ada yang gak mau mendapatkan berkat. Aku gak mau lagi ikuti perintah manusia, bukaN manusia yang ksh aku berkat tapi Tuhan, memang sedikt lah yang dipilih.

  23. Aw, this was an extremely nice post. Finding the time and actual effort to generate
    a good article… but what can I say… I put things off a lot and don’t manage to
    get anything done.

  24. Okii

    Terimakasih sudah sampaikan informasi ini,ada yang berkomentar basi,gk gaul,adu domba,dll.Tetapi perlu kita tahu Tuhan itu satu dan pasti Dia punya satu cara yang Dia sudah sampaikan dalam Alkitab.Dan isinya sudah diuji khususnya mengenai kisah2 di Alkitab da penelitian arkeolog.Kemudian nubuatan dalam kitab Daniel dan Wahyu dapat di buktikan.
    Alkitab adalah firman Allah dan segala yang bertentangan dengan itu berarti buatan manusia.Jangan keraskan hatimu.
    Anda mau terima itu hak anda.

  25. wah, ni blog cp yg punx…? pin BBx dong minta…..

  26. Andre

    You are right. Thanks.God bless you

  27. Saudara Kriss;
    Anda mengatakan bahawa hari tidak penting dengan merujuk kepada ayat ini Rom 14:4-5
    Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan.

    AYAT INI TIDAK BICARA MENGENAI SABAT HARI KETUJUH.

    Kita tahu bahwa yang menulis surat Roma itu adalah Paulus. Sebelumnya, baiklah kita membaca nasihat Petrus dulu mengenai tulisan-tulisan Paulus.
    2 Pet 3:15-17
    Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga (1)Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. (2) Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga (3)orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain. Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu (4)waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

    Kita lihat dari Alkitab Bahasa Sehari-hari, mungkin lebih jelas artinya:
    Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan yang diberikan-Nya kepadamu supaya bisa selamat. (1) Paulus, saudara kita yang tercinta, sudah menulis yang demikian juga kepadamu. Ia menulis itu dengan kebijaksanaan yang diberikan Allah kepadanya. Dalam semua suratnya, Paulus selalu menulis tentang hal itu. (2)Memang ada beberapa hal yang sukar dipahami dalam surat-suratnya itu. (3)Dan bagian itu diputarbalikkan oleh orang-orang yang tidak tahu apa-apa dan yang tidak teguh imannya. Hal itu tidak mengherankan, karena bagian-bagian lain dari Alkitab diperlakukan begitu juga oleh mereka. Apa yang mereka lakukan itu hanya mengakibatkan kehancuran mereka sendiri. Tetapi kalian, Saudara-saudara yang tercinta, sudah tahu tentang hal itu. Sebab itu, (4)waspadalah, jangan sampai kalian terbawa-bawa ke dalam kesesatan orang-orang bejat sehingga kalian jatuh dari tempat berpijakmu yang kokoh.

    Apa kata Petrus dalam 3 ayat ini?

    1. Paulus, …. menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
    Paulus, … menulis itu dengan kebijaksanaan yang diberikan Allah kepadanya.[ABS]
    Artinya semua tulisan Paulus itu datang dari Allah, dan ditulisnya menurut hikmat/kebijaksanaan yang diberikan Allah.
    Dengan kata lain, tulisan-tulisan Paulus itu BENAR! TIDAK ADA YANG SALAH.

    2. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami.
    Jadi, yang dibahas Paulus memang adalah topik-topik yang pelik, yang sukar, karena itu penjelasannya juga sukar dipahami.

    3. orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri,
    Dan bagian itu diputarbalikkan oleh orang-orang yang tidak tahu apa-apa dan yang tidak teguh imannya. …. Apa yang mereka lakukan itu hanya mengakibatkan kehancuran mereka sendiri. [ABS]
    Nah, ini inti peringatan Petrus, yaitu orang-orang yang tidak memahami tulisan Paulus, lalu MEMUTARBALIKKAN ARTINYA.
    Apakah itu berbahaya? Jelas! Karena itu “MENJADI KEBINASAAN MEREKA SENDIRI” atau “MENGAKIBATKAN KEHANCURAN MEREKA SENDIRI.”
    Artinya, mereka yang tidak mengerti itu, yang memutarbalikkan arti tulisan-tulisan Paulus yang susah dipahami, MEREKA ITU SENDIRI YANG TIDAK SELAMAT!

    4. waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum
    waspadalah, jangan sampai kalian terbawa-bawa ke dalam kesesatan orang-orang bejat [ABS]
    Jadi bagaimana seharusnya? Petrus mengingatkan JANGAN KITA TERSERET KESESATAN ORANG-ORANG YANG TIDAK MENGENAL HUKUM ITU!
    Berarti, orang-orang yang sesat itu yang bagaimana? YANG TIDAK MENGENAL HUKUM!
    Jadi apakah Paulus mengajarkan untuk MENGHAPUS HUKUM? TIDAK!
    TAPI ORANG-ORANG YANG MEMUTARBALIKKAN AJARAN PAULUS ITU, ORANG-ORANG YANG DIRINYA SESAT ITU, ORANG-ORANG YANG TIDAK SELAMAT ITU, MEREKA ITULAH YANG TIDAK MENGENAL HUKUM!

    Kembali ke Rom 14:4-5

    Kita kembali ke sejarah gereja mula-mula di zaman Paulus. Roma dan Korintus adalah dua kota di mana terjadi banyak sekali masalah antara orang Kristen dari keturunan Yahudi, dengan orang Kristen dari keturunan Yunani.
    Orang Kristen keturunan Yahudi sudah sejak lahir mengenal hukum Taurat. Dari lahir mereka sudah ikut menjalankan semua upacara ka’abah, semua hari-hari raya dan pertemuan-pertemuan kudus orang Yahudi. Semua itu sudah mendarah-daging.
    Sebaliknya orang Kristen keturunan Yunani, tidak, mereka ini tadinya adalah penyembah berhala.
    Maka datang dari latar belakang yang berbeda itu, timbullah banyak gesekan ketika mereka dipersatukan dalam tubuh Kristus, yaitu menjadi orang-orang Kristen.
    Apa yang mereka permasalahkan?

    Orang Kristen keturunan Yahudi Orang Kristen keturunan Yunani
    ==============================================================

    Masih belum bisa meninggalkan meraya- Tidak mengenal hari-hari raya Yahudi.
    kan hari-hari raya orang Yahudi, misal-
    nya: hari raya Pondok Daun, hari raya
    Nafiri, hari raya Unjukkan, dll. (lihat Tidak setuju hari-hari raya yang sebe-
    Imamat 23). Jadi mereka masih mau tulnya sudah berakhir sejak kematian
    Merayakannya sebagai bagian dari Yesus itu tetap dirayakan, karena me-
    Tradisi. reka memang tidak pernah merayakan.
    Kira-kira seperti orang Kristen zaman
    sekarang yang walaupun tahu perayaan
    Natal, Easter, Valentine, itu tidak alki-
    tabiah, tapi masih terus melakukannya.

    Menganggap makanan yang halal bekas Menganggap makan makanan bekas
    dipersembahkan kepada dewa-dewa dipersembahkan berhala itu haram,
    tidak haram, karena bagi mereka dewa karena sedikit-banyak mereka masih
    itu tidak “real”, jadi makanan yang diper- menganggap dewa-dewa itu ada, se-
    sembahkan kepada dewa itu tidak beda hingga makanan yang sudah diper-
    dengan makanan yang tidak dipersem- sembahkan kepada dewa itu sudah
    bahkan kepada dewa. bekas dimakan sungguh oleh dewa.

    Nah, Paulus dalam suratnya kepada orang-orang Kristen di Roma (dan juga di Korintus) memberi nasihat bahwa urusan yang tidak prinsipial ini, tidak perlu dipertentangkan.

    Rom 14:6, 10
    Orang yang mementingkan hari-hari tertentu, orang itu berbuat begitu untuk menghormati Tuhan. Orang yang makan segala-galanya, berbuat begitu untuk menghormati Tuhan, karena ia bersyukur kepada Allah atas makanan itu. Begitu juga dengan orang yang makan hanya makanan tertentu saja; orang itu juga menghormati Tuhan dan bersyukur kepada Allah…. Jadi, Saudara-saudara! Untuk apa menyalahkan saudaramu yang seiman? Dan untuk apa Saudara menganggap dia rendah? Kita semua akan menghadap Allah untuk diadili.

    Paulus sama sekali tidak berbicara mengenai pemeliharaan sabat hari ketujuh di sini. Perhatikan di ayat 6 di atas, Paulus menulis “Orang yang mementingkan hari-hari tertentu” ~ dalam bentuk jamak (plural), BANYAK HARI. Hari-hari apa? Hari-hari perayaan orang Yahudi yang berkaitan dengan upacara-upacara Bait Suci. Jadi, Paulus di sini sama sekali tidak menulis tentang SABAT HARI KETUJUH, karena sabat hari ketujuh itu tidak pernah dipertentangkan atau menjadi masalah pada zaman para Rasul.
    Mengapa?
    Karena satu-satunya hari yang dipelihara sebagai hari kudus untuk beribadah setiap minggu adalah hari yang ketujuh.

    Pada zaman Paulus belum ada orang Kristen yang memelihara kekudusan hari lain kecuali hari yang ketujuh.
    Ibadah pada hari Minggu baru dimulai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Kaisar Constantine dari Roma pada tanggal 7 Maret 321AD (lihat pembahasan poin 1), yang baru disahkan oleh Konsili Laodekia 336AD, lamaaaaaa setelah Paulus mati.

    Kembali kepada peringatan Petrus, janganlah kita “terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum” ~ perhatikan Petrus di sini menyinggung tentang Hukum, berarti Hukum Tuhan tetap diagungkan. Dan Hukum Tuhan mencatat “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” [Kel 20:8]

    Semoga kita tidak ikut mereka dan binasa bersama mereka.

  28. Gemilang

    Apa yang kita tahu, belum tentu kita mengerti dan pahami..
    “Yang kita tahu hanyalah SETETES, yang tidak kita tahu LAUTAN”

  29. Dan kita terus membiarkan diri kita “buta” karena tidak mau mendengar dan mengikuti petunjuk Firman Tuhan dan lebih mengikuti pikiran serta nafsu kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s