THE DEAD SEA SCOLLS


Saya mendapatkan sebuah buku bagus yang berjudul “Naskah Laut Mati (1); Terjemahan Terbaik dan Komprehensif dari Gulungan-Gulungan Naskah Kuno Kontroversial. Memuat materi yang belum pernah dipublikasikan atau diterjemahkan”.

Buku itu berisi terjemahan Naskah Laut Mati oleh dan komentar dari Michael Wise, Martin Abegg Jr, dan Edward Cook.

Buku tersebut aslinya berbahasa inggris berjudul The Dead Sea Scrolls yang diterbitkan tahun 2005 oleh Harper San Fransisco, A Division of HarperCollinsPublisher.

Edisi Bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Serambi Ilmu Semesta 2008 dan diterjemahkan ke bahasa indonesia oleh FX Dono Sunardi.

Berikut saya salin tulisan dari halaman 19 sampai dengan halaman 25 yang menjelaskan secara singkat isi dari salinan-salinan Gulungan Laut Mati.

Saran saya sih, beli saja bukunya.. bagus deh.. terutama yang tertarik dan memiliki rasa ingintahu tentang apa yang terjadi pada masa-masa sekitar kelahiran dan kehidupan Yesus.

Berikut kutipannya:

ISI

Seperti sudah disinggung sebelumnya, seluruh gulungan tersebut, dengan beberapa pengecualian kecil, merupakan teks religius orang Yahudi.
Dalam pengertian tertentu, fakta bahwa semua tulisan itu besifat religius sungguh mengejutkan. Mengapa tidak ada salinan karya-karya tentang pertanian atau peternakan — mengenai berbagai topik praktis ? Orang-orang Yahudi pada periode ini merupakan kaum petani. Tidakkah mereka ingin atau butuh membaca kitab-kitab sekuler atau duniawi semacam itu?
Bila kita mempertimbangkan isi gulungan-gulungan tersebut, dengan segera kita mulai bisa melihat adanya unsur intensionalitas atau “kesengajaan” di dalam fakta bahwa mereka dikumpulkan dan disembunyikan di dalam gua. Ini bukanlah suatu koleksi acak dari “apa yang terdapat disana” — bukan suatu temuan kebetulan dari rak buku ini dan itu.

Berbagai tulisan religius ini terbagi menjadi dua jenis: biblis dan bukan biblis. Teks-teks biblis merupakan salinan dari Alkitab Ibrani (istilah yang, secara religius, netral untuk menyebut himpunan Perjanjian Lama Kristen), dan menyusun sekitar seperempat dari jumlah keseluruhan gulungan yang ada. Himpunan ini berisi satu salinan dari tiap-tiap kitab di dalam Alkitab orang Yahudi, kecuali, kitab Esther.

“Gulungan Laut Mati” merupakan kumpulan manuskrip Perjanjian Lama tertua yang pernah ditemukan — setidak-tidaknya seribu tahun lebih tua daripada berbagai teks Ibrani tradisional dari periode awal abad pertengahan yang dijadikan landasan bagi semua terjemahan Alkitab modern kita.
Dalam banyak hal, gulungan-gulungan tersebut mendukung atau sesuai dengan teks Alkitab yang tradisional, tetapi, dalam hal-hal lain, yang berbunyi di dalam berbagai ayat khususnya (“bacaan” mereka) sejalan dengan dengan versi-versi non tradisional seperti Septuaginta. (Septuaginta adalah terjemahan kuno Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani yang digunakan oleh orang-orang Yahudi di Mesir.) Kadang-kadang, gulungan tersebut mengandung bacaan yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui keberadaannya.

Dalam kasus lain, gulungan-gulungan tersebut memuat berbagai perbedaan yang lebih mendalam daripada bacaan ayat-ayat individual.
Gulungan-gulungan tersebut mengandung berbagai “edisi” kitab biblis utuh yang berbeda dari teks tradisionalnya.
Sebagai misal, ada dua kitab Yeremia yang ditemukan di gua-gua Qumran, satu sesuai dengan yang biasanya dicetak dan diterjemahkan di dalam Alkitab modern, sementara yang lain sekitar 15 persen lebih singkat dam memiliki isi yang urutannya berbeda.
Beberapa versi kitab Mazmur mempunyai sifat serupa. Versi-versi ini sangat berbeda satu sama lain, secara khusus dari Mazmur 90 dan seterusnya. Mazmur 90-150 disusun dalam tata urutan yang berbeda, dan, selain itu, beberapa manuskrip menyertakan mazmur-mazmur tambahan yang sebelumnya tidak diketahui.
Isi dan bentuk kitab Mazmur terus-menerus berubah di dalam kurun waktu ketika gulungan-gulungan tersebut ditulis.
(Untuk membaca beberapa Mazmur tambahan semacam ini, yang diyakini telah ditulis oleh Daud, silahkan lihat Mazmur-mazmur Apokrip, teks 17, dan Mazmur-mazmur Apokrip Daud, teks 151.)

Dengan cara yang sama, penemuan gulungan-gulungan tersebut menunjukkan bahwa pada periode ini terdapat antologi kutipan biblis, “Alkitab salinan”, serta sumber-sumber yang mungkin dipakai oleh para penulis kitab biblis yang hilang.
Dua yang disebut pertama didalam kategori ini jelas-jelas merupakan metode penafsiran Alkitab; di keduanya, materi ditambahkan ke dalam teks-teks biblis yang dikutip.
Penambahan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesan tertentu kepada bagian biblis yang ditafsirkan.
Apakah orang memahami tipe-tipe teks semacam ini lebih tidak otoritatif daripada Alkitab itu sendiri adalah persoalan yang wajar, mengingat kontur akhir Alkitab belum tetap.
Penyembahan Raja Nabonidus (teks 47) adalah sebuah contoh dari manuskrip gulungan yang mengandung sumber yang kiranya telah mengilhami seorang penulis Alkitab, dalam hal ini Daniel. Teks Penyembahan ini merupakan versi yang lebih primitif dari kisah mengenai raja Babilonia, Nebukadnezzar, yang familiar bagi pembaca Daniel bab 4 modern.

Singkatnya, gulungan-gulungan tersebut membuktikan bahwa orang-orang Yahudi pada masa Yesus telah mengetahui dan menggunakan lebih dari satu bentuk kitab biblis yang jumlahnya banyak, dan hal itu tampaknya tidak mengganggu mereka atau mendorong mereka untuk menyelesaikan berbagai perbedaan tersebut.
Lagi pula, pada waktu itu belum ada kanon Alkitab yang disepakati bersama. Kitab-kitab mana saja yang akan dimasukkan ke dalam himpunan Alkitab dan dalam bentuk atau edisi apa belum diputuskan.
Tidak diragukan lagi, orang-orang Yahudi dan berbagai kelompok mereka akan memilih kitab otoritatif yang berlainan. Banyak dari antara teks yang termasuk di dalam Gulungan Laut Mati, walaupun bukan merupakan bagian dari Alkitab dewasa ini, bisa dipastikan dipandang sebagai kitab suci yang otoritatif oleh setidak-tidaknya kelompok orang Yahudi pascapembuangan tertentu. Baru pada waktu kemudian, tepatnya setelah tahun 100 Masehi, suatu versi standar Alkitab muncul.

Teks-teks bukan biblis, secara sederhana, adalah berbagai salinan teks religius yang tidak ditemukan di dalam Alkitab.
Didasarkan pada ketidaktahuan kami, teks-teks ini lebih jauh dibagi kedalam dua kategori lagi. Beberapa teks bukan biblis telah diketahui keberadaannya sebelum penemuan Gulungan Laut Mati, sementara yang lain sama sekali tidak diketahui sampai gulungan-gulungan tersebut dibaca.

Teks-teks bukan biblis yang telah diketahui sebelumnya adalah berbagai karya religius seperti Yubileum, 1 Henokh, dan Kesaksian Dua Belas Bapa Bangsa.
Meskipun orang-orang Yahudi menulis teks-teks tersebut (atau bentuk-bentuk lebih awal darinya) dalam bagasa Aram dan Ibrani pada masa kuno, berbagai tulisan ini tidak bertahandi kalangan orang Yahudi.
Mereka justru bertahan diantara orang-orang Kristen saja, yang mengadaptasinya dan menerbitkannya ulang sebagai literatur penyempurna, bahkan kadang-kadang menganggap mereka sebagai bagian dari Teks Suci.
Baik kitab Yubileum maupun 1 Henokh bertahan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Ethiopia kuno, sebagai komponen atau bagian dari Perjanjian Lama yag diakui oleh Gereja Ethiopia.
Kitab Kesaksian hanya ada di dalam bahasa Yunani.
Contoh lain adalah kitab Tobit. Diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada masa kuno, kitab ini menjadi bagian di dalam kanon Perjanjian Lama Gereja Katolik Roma.
Namun, sampai penemuan Qumran, tidak diketahui bahasa aslinya. Salinan-salinannya, baik dalam bahasa Ibrani maupun Aram, telah berhasil ditemukan. Penemuan manuskrip ini sendiri sudah layak disebut sebagai Penemuan Terbesar Abad ini.

3 Komentar

Filed under All Artikel, Kristen

3 responses to “THE DEAD SEA SCOLLS

  1. Puji Wahono

    Kepada penulis blog ini, jika anda ingin menjatuhkan atau menyerang agama lain, khususnya Kristen, saran saya adalah dengan membandingkan pembawa ajaran yang melahirkan agama Kristen yaitu Yesus Kristus dan bandingkan dengan Muhamad.
    1. Berdoa kepada Tuhan yang sejati
    2. Buka hati dan pikiran untuk menerima knyataan yang ada
    3 Bandingkan perbuatan kedua pembawa ajaran dan agama tersebut selama hidup di dunia, perbuatan kriminal apa saja yang sudah dilakukan. Saudara harus mempelajarinya dari bukti yang benar, kalau Yesus dari Injil dan Muhamad dari Alquran, Hadist Sahih dan Sirah. Saudara harus medapat perbuatan tercela yang dilakukan Yesus, barulah iman para pengikutnya akan goyah.
    4 Setelah saudara mempelajari perbandingan kedua tokoh tersbut, baru saudara akan tahu tokoh mana yang patut diteladani

  2. Abah

    Kalian semua, ini Abah kasih situs yang perlu kalian baca, karena disitus ini banyak sekali buku yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dalam bentuk PDF. Ini lah alamatnya

    http://www.buktisaksi.com/

    Nanti kalau sudah baca beritahu Abah, ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s